PW PII Banten Gelar Refleksi Hari Bangkit ke-79: Momentum Kader Naik Level
SERANG, JURNALJUSTISIA – Pelajar Islam Indonesia atau PII Provinsi Banten menggelar Refleksi Hari Bangkit (Harba) PII ke-79 sebagai momentum memperkuat peran organisasi dalam mencetak kader pelajar yang unggul dan berdaya saing. Kegiatan tersebut rutin diperingati setiap tanggal 4 Mei sebagai bagian dari sejarah kebangkitan PII sejak berdiri pada 1947.
Momentum Hari Bangkit PII dinilai menjadi perekat persatuan umat sekaligus bentuk khidmat organisasi terhadap pelajar, Islam, dan Indonesia. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Abdi Sumaithi, Tubagus Rubal Faisal, perwakilan Kapolda Banten yang diwakili Wakapolda Banten, Suryadi, serta Makmun Muzakki.
Ketua Umum PW PII Banten, Mohammad Royhan Daestaki, dalam sambutannya menegaskan bahwa Harba PII ke-79 harus menjadi titik kebangkitan kader agar tidak berjalan di tempat.
“Momentum Hari Bangkit ke-79 tahun ini mengimplementasikan bahwa kader PII tidak berjalan di tempat, melainkan terus naik level, baik dari segi kuantitas perkaderan maupun kualitas pemahaman,” ujarnya.
PII sendiri didirikan oleh salah satu tokoh utamanya, Joesdi Ghazali, dan resmi bangkit pada 4 Mei 1947. Hingga kini, cita-cita para pendiri PII disebut masih terus dilanjutkan oleh generasi kader di berbagai daerah.
Sementara itu, Abdi Sumaithi menyampaikan bahwa perjalanan panjang PII menunjukkan ketahanan organisasi yang mampu bertahan di tengah perkembangan zaman.
“PII menjadi wadah para pemimpin bangsa yang tidak akan pernah hilang ditelan zaman. Gaya komunikasi kader PII dikenal baik dan efektif, sehingga organisasi ini tetap kuat hingga usia 79 tahun,” katanya.
Dalam rangkaian kegiatan refleksi Harba tersebut, PW PII Banten juga menggelar Seminar Pendidikan bertema “Transformasi Pendidikan Banten 2026: Membangun Generasi Unggul di Era Digitalisasi.” Seminar menghadirkan dua narasumber dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten serta Ketua Umum PW KB PII Banten.
Salah satu narasumber seminar, Makmun Muzakki, menekankan pentingnya peningkatan kualitas kader di tubuh PII sebagai organisasi berbasis pelajar dan pendidikan.
“PII dengan tujuannya menyempurnakan pendidikan harus menjadi wadah representatif dalam mencetak kader pemimpin bangsa menuju Generasi Emas 2045,” ungkapnya.
Sebagai organisasi kader, PII dikenal memiliki nilai perjuangan yang tertuang dalam Catur Bakti PII, yakni sebagai wadah berlatih, alat perjuangan, generasi muslim, dan sukses studi dalam membangun kader Muslim cendekia dan pemimpin masa depan.
Melalui kegiatan refleksi Harba ke-79 ini, PW PII Banten berharap keberadaan PII semakin dikenal luas di kalangan pelajar serta mampu mendorong peningkatan kualitas akademik dan kepemimpinan generasi muda di Provinsi Banten.
